Category - Politik

Sebut Jalan Tol Hanya Dinikmati Oleh Orang Bermobil, Zaadit Taqwa Kena Skakmat Warganet

60detik.com – Lebih menonjol mana antara unsur dugaan pelanggaran etika dengan substansi aksi dan itikad serta kebebasan berekspresi mengritik kepala negara?

Yang pasti Ketua BEM UI Zaadit Taqwa mendadak menjadi bintang sorotan setelah aksi ‘kartu kuning’ nya kepada presiden.

Sebagian mendukung aksinya sebagai sebuah ungkapan kritik anak bangsa terhadap presidennya.

Mahasiswa ingin percepatan permasalahan gizi buruk di Asmat, Papua, segera dibereskan!

Tentu itikadnya baik.

Sayangnya di sisi lain, tak sedikit melihat ada dugaan pelanggaran etika dari mahasiswa dalam menyampaikan ungkapannya kepada presiden yang notabene simbol kehormatan negara.

Apalagi, di acara Dies Natalis Kampus UI tersebut konon, sudah dialokasikan waktu khusus bagi para aktivis BEM UI untuk bertemu dan ngobrol gayeng dengan presiden.

Lantas mengapa Zaadit Taqwa memilih ‘mencuri start’ dengan menyodorkan ‘kartu kuning’?

Namun ada satu pernyataan Zaadit Taqwa yang kemudian diprotes warganet yaitu soal jalan tol hanya dinikmati orang-orang bermobil.

makLambeTurah@makLambeTurah

ternyata bacot doang no solusi…kl cuman bacot doang no solusi apa bedanya ente sama mak lambe turah😤

Rina nurhuda@Rina_getready

Trans papua katanya hanya kepentingan rakyat bermobil.😫
Lah vitamin, obat, bantuan kesehatan cling pake sulap langsung ke asmat?? Distribusinya bgmna?? Ya lewat jalan kaleee #MataNajwaKartuKuningJokowi

wįż@wisnuprawerthi1

Seorang mahasiswa memiliki jabatan Ketua BEM kampus ternama, kampus yang menjadi impian semua Maba2 untuk kuliah bilang “jalan tol cumak buat yg bermobil” WHAT THE HELL kerjaan anda selama ini ngapain kuliah apa gigit meja -__- #MataNajwaKartuKuningJokowi

Zaadit lupa” bahwa jalan dan infrastruktur itu ga cuma buat orang kaya, tapi jadi jalur distribusi, ekonomi dan pemerataan pembangunan.#MataNajwaKartuKuningJokowi pic.twitter.com/oBqg9pnLaT — Pakar Logika (@PakarLogika) 7 Februari 2018 . .

Papua Satu@papua_satu

Status KLB Campak & Gizi Buruk Asmat sudah dicabut, ini tv nasional @Metro_TV @tvOneNews @TRANS7 malah bikin lomba bahas Asmat. Dari kemaren kalian kemana saja kah? #Terlambat #MataNajwaKartuKuningJokowi

Medika Sihombing@medika_shbg

Sebenernya seneng dgn cara BEM UI yg kreatif dalam penyampaian kritiknya. Tp setelah denger mata najwa hari ini, agak kecewa sih. Overall yg temen2 sampaikan cuma “tuntutan” bukan “solusi”. Kebanyakan cuma mengatakan “kenapa” bukan “sebaiknya begini” #MataNajwaKartuKuningJokowi

Berd Srg@Berd_Srg

#MataNajwaKartuKuningJokowi
Closing statement ketua BEM memperlihatkan sedikit kualitas dirinya. UGM 👍😊
Zaadit maaf sayang sekali, anda terlihat angkuh tapi kurang berisi 😊

Rona Pasaribu@RedRona

Dengan pede masnya bilang gak mau pake uang pemerintah, mas kuliah di universitas Negeri. Uang Pemerintah bukan? Doh! #MataNajwaKartuKuningJokowi

hendri afriansyah@hendriafri

Ketua BEM IPB:

Kami tidak sempat menanggapi isu masyarakat yg ada karena kami seharian penuh disibukkan dengan kepentingan akademis.

Me:
Hanek wis sibuk kuliah ngopo isih melu BEM barang buooosssss???#MataNajwaKartuKuningJokowi

Lihat gambar di Twitter
Pakar Logika@PakarLogika

Kata zaadit buat apa bangun jalan beribu ribu kilometer yang hanya dinikmati oleh orang kaya dan punya mobil.
Zaadit lupa” bahwa jalan dan infrastruktur itu ga cuma buat orang kaya, tapi jadi jalur distribusi, ekonomi dan pemerataan pembangunan.#MataNajwaKartuKuningJokowi

Papua Satu@papua_satu

Susah memang klo bicara dengan orang yg tra pake logika berpikir yg cerdas

Coba mahasiswa itu klo bicara dipikir dulu kaa
Jangan asal keluar begitu saja macam kentut #SaveAsmat #Papua #MataNajwaKartuKuningJokowi

 

Setya Novanto masih menyangkal terlibat korupsi KTP-e

60detik.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum mendapat informasi signifikan baru dari terdakwa Setya Novanto, yang masih menyangkal terlibat korupsi dalam proyek pengadaan KTP elektronik di Kementerian Dalam Negeri selama persidangan perkara tersebut di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

“Sejauh ini informasi yang saya terima belum ada informasi signifikan yang disampaikan oleh terdakwa dan kita tahu di persidangan itu masih berupa sangkalan-sangkalan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Selasa.

Menanggapi pengajuan permohonan Setya Novanto untuk menjadi Juctice Collaborator (JC) kepada KPK, dia mengatakan: “Kalau mengacu pada aturan di Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban ataupun Surat Edaran MA, maka tentu kami harus cermati syarat-syarat seorang JC tersebut, termasuk salah satu di antaranya pengakuan perbuatannya dan membuka pihak lain yang lebih besar”.

Namun, Febri menyatakan, KPK tetap akan melihat proses persidangan untuk melihat apakah mantan Ketua DPR itu akan mengakui perbuatannya.

“Nanti kami lihat saja apa yang disampaikan oleh Setya Novanto di persidangan. Misalnya, pertama apakah mengakui perbuatannya, itu akan kami lihat. Kami simak sama-sama,” ungkap Febri.

Selain itu, kata dia, KPK juga akan melihat apakah mantan Ketua Umum Partai Golkar itu bisa mengungkap peran pihak yang lebih besar dalam perkara korupsi KTP-e.

“Peran dari pihak-pihak lain itu tentu kami akan lihat kesesuaiannya dengan bukti-bukti yang lain karena penanganan kasus korupsi itu tetap harus dilakukan dengan sangat hati-hati,” kata Febri.

Seseorang boleh mengajukan permohonan menjadi JC kalau dia bukan pelaku utama dan mengakui perbuatannya terlebih dahulu.

Dalam perkara ini, Setya Novanto didakwa mendapat keuntungan 7,3 juta dolar AS dan jam tangan Richard Mille senilai 135 ribu dolar AS dari proyek KTP-e.

 

Kisah Nenek 92 Tahun Masuk Penjara Gara-gara Tebang Pohon Durian

60detik.com – Hakim Pengadilan Negeri (PN) Balige membacakan putusan terhadap nenek lanjut usia, Saulina boru Sitorus (92) atau Ompu Linda oleh Hakim Hakim Ketua, Marshal Tarigan di PN Balige, Tobasa, Senin (29/1/2018). Oppu Linda dituntut hukuman satu bulan 14 hari.

“Menurut kami, terdakwa harus menjalani hukuman satu bulan empat belas hari,” ujar Marsahal lalu mengetuk palu sidang.

Ompu Linda terjerat kasus pengrusakan setelah dituduh menebang pohon durian milik Japaya Sitorus berdiameter lima inci di Dusun Panamean, Desa Sampuara Kecamatan Uluan Toba Samosir. Ompu Linda berniat membangun makam leluhurnya.

Saat menjalani persidangan, Ompu Linda beberapa kali menyeka air matanya dengan sapu tangan berwarna putih. Nenek yang sehari-hari bertenun ini lemas mendengarkan putusan hakim.

Menyikapi putusan Hakim, Kuasa Hukum Ompu Linda Boy Raja Marpaung menangatakan, kecewa. Alasannya, karena hakim tidak mengindahkan pembelaan atau pledoi yang mereka sampaikan pada persidangan sebelumnya.

Kemudian, hakim dinilai terlalu “primitif” dalam menyatakan bahwa Japaya adalah pemilik tanaman. Apalagi, hanya dengan keterangan saksi hanya didengar dari anak dan istri Japaya sendiri.

“Sementara banyak saksi yang menyatakan dalam persidangan yang rumahnya berkedakatan dengan lokasi tidak pernah melihat Japaya menanam dan memanen hasil tanaman yang menjadi barang bukti tersebut,” ujarnya.

Kasus ini menyedot perhatian masyarakat luas karena harus menyeret perempuan uzur itu ke ranah hukum.

Enam anak Saulina juga terseret kasus ini dan Selasa (23/1/2018) telah divonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Balige dengan hukuman penjara 4 bulan 10 hari dipotong masa tahanan.

Keenam tervonis itu adalah Marbun Naiborhu (46), Bilson Naiborhu (60), Hotler Naiborhu (52), Luster Naiborhu (62), Maston Naiborhu (47) dan Jisman Naiborhu (45), masih harus menjalani sisa masa tahanan beberapa hari lagi.

Saulina boru Sitorus yang jika jalan harus menggunakan tongkat ini selalu menekankan jika dia dan anak-anaknya pernah minta maaf kepada penggugat yang masih terbilang saudaranya, Japaya Sitorus (70).

 

Lihat videonya, klik

Upaya damai tidak tercapai karena menurut pihak tergugat tidak sanggup menuruti nominal yang diminta Japaya. Dan mereka sudah dilaporkan ke polisi.

Menurut mereka, Japaya Sitorus meminta uang ratusan juta sebagai syarat berdamai karena kesal dan juga menghitung segala kerugian yang diakibatkan penebangan pohon tersebut.

Saulina mengaku, dirinya sudah mendapatkan izin dari empunya tanah wakaf tersebut. Dan kini dia hanya menginginkan anak-anaknya pulang dan kembali melanjutkan hidup bersama keluarganya masing-masing. (Binsar Bakkara)

Awas! Ini yang Akan Dilakukan Kemendagri Soal Rambut Pasha

 

60detik.com – Wakil Walikota Palu, Sigit Purnomo Syamsuddin Said lebih dikenal sebagai Pasha kembali mendapat sorotan. Setelah tampil di acara Mata Najwa di salah satu TV Swasta, pria 38 tahun tersebut mendapat kritik pedas dari masyarakat.

Hal ini tak lepas dari penampilannya. Pasha tampak hadir mengenakan pakaian dinasnya. Gaya rambut pemilik nama asli Sigit Purnomo Syamsuddin Said ini menuai kontroversi. Sisa rambut tersebut diikat ke bagian belakang. Padahal saat itu dia memakai seragam Aparatur Sipil Negara (ASN).

Banyak yang mengatakan rambut Pasha dinilai tidak pantas menjadi contoh untuk anak sekolah. Rambut Pasha ternyata mendapat perhatian Direktur Fasilitas Kepala Daerah, DPD dan Hubungan antar lembaga (FKDH) Kemendagri, Akmal Malik menyebut Pasha melanggar etika. Menurutnya Kemendagri sudah memiliki aturan tentang tata cara berpakaian dinas.

“Sisi etika saja, ada aturan berpakaian rapi, tata cara berpakaian dinas. Secara normatif tidak melanggar UU, hanya melanggar etika tata cara berpakaian,” kata Akmal saat dihubungi, Senin (22/1/2018) kepada sebuah wartawan pertelevisian Indonesia.

Sebelum menindak tegas, yang pasti Pasha akan diberi teguran terlebih dahulu.

“Kita akan tegur, ingatkan dulu, karena itu sifatnya administratif,” katanya.

 

Strategi Jokowi Menghadapi Kudeta Politik 4 November 2016

Dunia mengenal Sun Tzu sebagai ahli strategi seni berperang. Sun Tzu hidup sekitar 2500 tahun lalu. Ia lahir di Tiongkok. Nasihat seni perangnya hingga kini selalu dijadikan referensi oleh para perwira militer dalam mengatur strategi perang.

Indonesia juga punya Jenderal A.H Nasution yang dikenal sebagai ahli perang gerilya. Nasution banyak belajar seni berperang dari Sun Tzu.
Tidak heran Pak Nas begitu cakap dalam mengatur strategi perang gerilya.

Read More