Berita Hari Ini KHUSUS DEWASA dan Kurang Dewasa

 

Luar Biasa! Kumpulan Berita Hari Ini Dari Yang Penting Sampai Kurang Penting Juga Diupdate Di Sini, Artikel Lucu, Aneh, Panas, dan Dingin.

Kenali Berbagai Tipe Karakter Anak

60detik.com – Setiap anak memiliki berbagai tipe karakter yang berbeda. Mengenal tipe karakter anak sangat penting bagi orangtua agar lebih mudah memahami si kecil dan menentukan bagaimana cara mendidiknya. Dengan memahami karakter anak, Mama juga akan lebih mudah membantu si kecil mengembangkan potensinya.

Menurut seorang filsuf dan bapak kedokteran dari Yunani pada abad ke-5 SM, Hippocrates, ada empat tipe karakter manusia. Agar Mama bisa memahami dan menghadapi buah hati dengan tepat, kenali dulu berbagai macam karakter anak berikut ini. Kira-kira anak Mama masuk yang mana, ya?

  1. Sanguinis

Tipe anak yang satu ini mudah terlihat. Ciri-ciri anak dengan karakter sanguinis yaitu mudah bergaul, ceriwis, penuh energi, suka bermain di luar ruangan, sangat imajinatif, dan humoris. Namun, karena sifat-sifat tersebut si kecil mungkin sering berbuat usil dan bikin Mama gemas. Anak juga mungkin cepat bosan dan sulit berkonsentrasi ketika sedang melakukan sesuatu. Jadi, Mama harus melatih anak untuk lebih fokus dan berkomitmen

  1. Koleris

Hampir sama dengan seorang anak berkarakter sanguinis, anak dengan kepribadian koleris juga penuh energi, bersemangat, dan suka bertualang. Perbedaannya terletak pada dorongannya. Anak koleris cenderung bertingkah semborono dan tidak sabar. Si kecil juga mungkin suka memerintah dan bersikap keras kepala. Ini karena anak koleris biasanya tahu apa yang ia inginkan. Kalau anak sedang marah atau kesal, tunggu sampai emosinya mereda baru ajak bicara baik-baik.

  1. Melankolis

Mirip dengan karakter koleris, anak melankolis juga tahu apa yang ia inginkan dan akan berusaha mendapatkannya, meskipun kadang kesannya anak jadi keras kepala. Namun, anak yang melankolis adalah anak yang penuh perhitungan dan sangat jarang bertindak sembrono. Selain itu, anak mungkin kurang suka kalau ada perubahan rencana dan hal-hal yang tak bisa ditebak. Yang penting Mama selalu ada untuk mendengarkan keluh kesahnya ketika ia sedang kecewa.

  1. Plegmatis

Bila si kecil termasuk anak plegmatis, ia mungkin sering dianggap anak pemalu atau membosankan. Pasalnya, ia adalah anak yang tenang, penuh perhatian, dan tak bisa diburu-buru. Padahal kalau seorang anak plegmatis sudah menemukan minat dan bakatnya, motivasinya akan langsung bangkit. Kuncinya adalah Mama harus banyak bersabar.

Itu dia empat macam karakter anak yang bisa Mama amati. Namun, seorang anak kadang bisa masuk dua tipe karakter sekaligus. Ini karena setiap anak memang berbeda. Yang penting Mama selalu menghargai anak apa adanya. Setuju tidak, Ma?

Yuk, Tebak Kepribadian Berdasarkan Jenis Kopi

60detik.com – Sama seperti teh, kopi merupakan jenis minuman yang banyak digemari. Bahkan saat ini, banyak orang yang menjadikan kopi sebagai gaya hidup. Mereka akan memulai dan mengakhiri hari dengan menyeruput segelas kopi favoritnya. Hal yang unik adalah setiap orang punya cara menyeduh dan menikmati kopi yang berbeda-beda. Ada yang menyukai kopi dengan gula, kopi tanpa gula, kopi dengan campuran susu, dan lainnya.

Lantas, apakah ada kaitan antara pilihan kopi dengan kepribadian seseorang yang meminumnya? Agar lebih tahu, simak kepribadian dari jenis kopi di sini, yuk!

Kepribadian Berdasarkan Jenis Kopi

Saat pergi ke tempat ngopi, setiap orang akan memilih jenis kopi yang berbeda. Mungkin terlihat sepele, tapi tahu enggak sih kalau ternyata kamu bisa menebak kepribadian seseorang berdasarkan jenis kopi? Studi yang dilakukan oleh Dr. Ramani Durvasula, seorang psikolog klinis menemukan bahwa kepribadian seseorang secara tidak langsung memengaruhi jenis kopi yang dipilih. Lantas, apa saja kepribadian berdasarkan jenis kopi?

1. Kopi Hitam

Bagi beberapa orang, kopi hitam tidak menarik karena rasanya yang pahit. Namun, bagi beberapa orang lainnya, rasa pahit pada kopi hitam justru menjadi daya tarik tersendiri. Mungkin itu mengapa ada studi yang menyebutkan bahwa orang yang menyukai kopi hitam cenderung lebih “kuno” alias old school dan anti sosial. Studi lain juga menyebutkan bahwa penyuka kopi hitam adalah tipe orang yang hangat, realistis, menyenangkan untuk dijadikan teman, dan cenderung narsis.

2. Kopi Latte

Kopi latte adalah kopi yang dicampur dengan susu, krim, dan gula. Biasanya, seseorang yang enggak menyukai kopi hitam akan memilih kopi latte untuk dikonsumsi. Karena ada campuran rasa manis, maka orang yang menyukai kopi latte dianggap memiliki kepribadian yang senang bergaul, mendengarkan orang lain, dan menyukai zona aman.

3. Espreso

Espreso adalah salah satu jenis kopi yang memiliki rasa unik. Ini karena saat pertama kali diminum, espreso akan memberikan kesan pahit. Namun setelahnya, espreso akan meninggalkan rasa manis di dalam mulut. Seseorang yang menyukai espreso juga dianggap sebagai seseorang yang pekerja keras, tidak mudah menyerah, dan kreatif. Mereka juga cenderung ingin menyelesaikan segala sesuatu dengan cepat dan teratur.

4. Capuccino

Capuccino adalah salah satu jenis kopi yang terdiri dari campuran susu dan espreso. Karena ada campuran susu, maka capuccino memiliki rasa yang lebih manis dibanding espreso. Seseorang yang menyukai capuccino dianggap sebagai tipe orang yang klasik, kreatif, fashionable, dan senang bergaul.

5. Frapuccino

Frapuccino adalah kopi yang diblender dengan es dan bahan-bahan lainnya, seperti krim kocok. Seseorang yang menyukai frapuccino dianggap sebagai orang yang menyukai petualangan, ambisius, energik, optimis, kekanak-kanakan, dan mudah emosi. Mereka juga termasuk tipe orang yang bisa menghibur diri mereka sendiri jika merasa sedih.

6. Kopi Instan

Kopi instan merupakan kopi saset yang mudah dibawa. Cara menyeduhnya juga cukup mudah, kamu cukup campurkan kopi instan ke dalam air hangat lalu aduk hingga rata. Itu mengapa orang yang menyukai kopi instan identik dengan sifat yang tidak suka bertele-tele, sederhana, ceria, dan santai. Sayangnya, orang yang suka minum kopi instan dianggap sebagai perencana yang buruk karena sifatnya yang menyukai hal-hal instan.

Pada akhirnya, soal rasa adalah hal yang relatif dan tergantung pada masing-masing individu. Hal-hal di atas enggak bisa dijadikan indikator untuk menilai kepribadian seseorang. Jadi, kamu enggak perlu mencurigai kepribadian seseorang hanya dengan kopi yang diminumnya.

Viral Soal Rendang, Mantan PM Ikut Kritik Juri Masterchef

60detik.com – Mungkin inilah polemik soal menu makanan yang paling menyita perhatian. Sampai-sampai mantan perdana menteri ikut terlibat berkomentar di akun sosial media.

Ya, Malaysia sedang riuh oleh polemik rendang ayam yang disajikan Zaleha di ajang Masterchef UK. Sang koki mengkritik menu makanan kontestan yang akhirnya tereliminasi dari ajang tersebut.

Polemik semakin panas karena juri tersebut menyinggung asal usul rendang yang disebutnya asli Indonesia. Inilah yang membuat mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad ikut berkomentar.

Melalui akun Twitter pribadinya, @chedetofficial, Mahathir menjawab cuitan juri Masterchef UK John Torode yang mendebat keaslian rendang.

” Mungkin anda bingung antara rendang ayam dengan KFC,” tulis Mahathir, Selasa, 3 April 2018.

Dr Mahathir Mohamad

Maybe you are confusing rendang chicken with KFC

Sebelumnya dikabarkan, warganet mengkritik John Torode. Warganet menyebut bahwa rendang merupakan makanan klasik yang tidak boleh diubah-ubah sesuai selera juri.

Tetapi, Torode memberikan jawaban yang tidak kalah sengitnya. Bukan membahas penilaiannya, Torode malah mempertanyakan keaslian masakan rendang.

This MasterChef UK Contestant Was Eliminated Because Her Chicken Rendang Wasn’t Crispy

Chicken Rendang is a classic Malaysian dish, it’s very special. How could u asked someone to prepare it differnetly jz cuz u like a crispy chicken & sauce placed seperately? Respect the dish! It’s culture
 

Thank you so much for your input .. we could of course argue as to it’s origin and wether chicken is classic or an adaptation

Torode mengatakan masakan rendang sebenarnya bukan kuliner asli Malaysia, namun hanya adaptasi. Menurutnya, rendang merupakan makanan khas Indonesia.

As a Malaysian for the pass 22 years, for the first time i heard chicken rendang’s chicken must have a crispy skin. Who the f in the world eat their rendang with crispy skin.

Maybe Rendang is Indonesian !! Love this !! Brilliant how excited you are all getting .. Namaste

Polemik Rendang itu bermula ketika juri Masterchef UK, John Torode dan Gregg Wallace keliru menilai sajian rendang peserta Malaysia Zaleha Kadir Olpin, harus tersingkir.

Zaliha menyajikan menu Nasi Lemak dan Ayam Rendang. Sayangnya, suguhan Zaleha mendapat kritikan pedas dari Torode dan Gregg.

Kedua juri yang merupakan chef itu menyebut seharusnya ayam yang disajikan Zaleha bertekstur kering di luar dan lembut di dalam. Tidak hanya itu, mereka juga mengatakan terlalu banyak saus menempel di ayam Zaleha.

“Saya suka rasa rendang. Ada rasa manis dari santannya. Tapi kulit ayam ini tidak renyah. Tidak bisa dimakan dan semua bumbunya menempel pada kulit, saya tidak bisa memakannya,” kata Wallace.

Juri Masterchef Disuruh Belajar Lagi 

Di media sosial, netizen banyak yang mempertanyakan kelaikan dua juri tersebut dalam menilai masakan Asia. Netizen menyatakan Torode dan Wallace ‘tidak paham’ bagaimana rendang ayam disiapkan dan dimasak.

“Mereka tidak pantas jadi juri Masterchef jika mereka tidak punya pengetahuan luas tentang kuliner Asia,” kata Are Fiq.

Pemilik akun Lapi Zaini mengatakan kedua juri tersebut harus belajar banyak kepada Chef Wan tentang masakan Asia Tenggara. Chef Wan merupakan chef selebriti Malaysia yang bernama asli Datuk Redzuawan Ismail.

Sementara itu, di akun Instagramnya, Zaleha mengatakan kedua juri itu yang seharusnya dieliminasi dari Masterchef Inggris.

Pembelaan juga datang dari Chef Wan. Dia mengatakan tidak mungkin membuat masakan berkuah seperti rendang sambil mempertahankan kerenyahan ayamnya.

Gara-gara MasterChef Inggris, Malaysia dan Indonesia Bersatu untuk Membela Rendang

60detik.com – Udah rahasia umum kalo Malaysia dan Indonesia sering berseteru (tapi berseteru kayak kakak-adik ya, alias nantinya damai lagi). Namun ternyata ada juga hal yang bisa bikin Malaysia dan Indonesia bersatu: rendang.

Kenapa bisa begitu? Semua berawal dari acara MasterChef Inggris. Ayam rendang buatan salah satu kontestan, Zaleha Kadir Olpin dapet kritik dari para juri karena nggak crispy atau garing.

Jelas, warga Indonesia dan Malaysia yang mendengar kabar ini pun agak sebal. Hello? Sejak kapan rendang crispy?

Nggak butuh waktu lama buat netizen untuk ngebahas hal ini. Juri yang mengkritik rendang, John Torode, “diserang” di Twitter.

prophet dora@ProphetDora

So apparently this guy travels the world and learns about other cultures but yet….namaste? And rendang is an Indonesian, Malaysian, Singaporean and Bruneian. And guess what else? NONE of these cultures make their rendang CRISPY. What a disgrace.

View image on Twitter

The Crispy Rendang King@blackadlerqueen
 WHICH BLOODY BODOH TOLD WHITE PEOPLE CHICKEN RENDANG HAS TO BE CRISPY ONE KNN

Typical Malaysian@TypicalMsian
Chicken Rendang and Crispy in the same sentence. White people are insane y’all.

#KelanaRasa@arieparikesit
 Good Morning from Indonesia @JohnTorode1

We, the Indonesian, Malaysian, Singaporean, Brunei and Thai people would like to share about #Rendang today.

Guys, don’t hesitate to join the discussion, behave please 🙂

Silahkan yang mau berbagi info soal #Rendang

Dari kejadian ini kita belajar satu hal: ASEAN bisa bersatu karena makanan.

Viral, Bercadar Namun Pelihara 11 Anjing, Hesti Sutrisno Tak Peduli dengan Gunjingan Tetangga

60detik.com – Rumah wanita bercadar pemelihara 11 anjing, dan berbagai jenis hewan lainnya seperti kucing, musang, dan burung itu nampak beda dengan rumah di sekelilingnya.

Bagian depan rumahnya dipenuhi kandang, sangkar burung, dan ada satu anjing berwarna hitam yang dirantai, namanya John. Anjing itu tampak dijadikan sebagai penjaga rumahnya. Ketika John menggonggong, Hesti tidak ragu mengelus bagian atas kepalanya untuk menenangkan si John.

Rumahnya berantakan, berbanding terbalik dengan rumah-rumah disebelahnya. Dirinya seperti tidak mempedulikan keindahan bagian depan rumahnya, demi menaruh kandang-kandang hewan itu.

Berlokasi di Pondok Benda Residence, Pamulang, Tangerang Selatan. Hesti Sutrisno (37), wanita muslim yang kesehariannya memakai cadar itu mendadak viral karena hal yang bisa dibilang tidak biasa. Bagaimana tidak, dirumahnya terdapat 11 ekor anjing, 20 ekor kucing, dan beberapa binatang peliharaan lainnya seperti musang, ayam, bebek, dan burung.

Semua hewan tersebut dipelihara, diberi makan, dirawat dengan baik. Namun ketika ditanya berapa biaya yang dikeluarkan untuk hal-hal itu, Hesti enggan menyebutkan nominalnya, dirinya tidak menghitung biaya yang dikeluarkan untuk perawatan puluhan hewannya tersebut.

“Saya nggak perhitungan dan nggak ngitungin begitu sih mas orangnya, yang penting mereka bisa makan,” ungkap Hesti.

Wanita bercadar itu tidak merasa terganggu dengan omongan tetangga yang ramai memperbincangkan dirinya setelah kediamannya ramai didatangi media.

Kerap kali dia pergunjingkan oleh para tetangga nya, ungkap salah satu tetangga yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa rumahnya berbau tidak enak akibat kotoran binatang-binatang, dan mereka merasa terganggu dengan bau-bau tersebut.

“Iya rumahnya bau sendiri, depannya banyak kandang-kandang ayam tuh, kadang berisik gonggongan anjingnya,” ungkap salah satu warga.

“Emang kenapa sih media pada kerumahnya? Value nya apa ya?,” tanya salah satu warga.

“Aneh juga sih dek, masa pakaiannya begitu kan biasanya bener ya, tapi kok ini piara anjing, kan nggak boleh kalo di islam,” tutur salah satu warga di warung yang tidak jauh dari rumahnya.

Hesti menegaskan bahwa ia tidak ambil pusing terhadap apa yang orang lain bicarakan. Ia menambahkan bahwa sebenarnya dirinya heran mengapa banyak media datang ke kediamannya.

“Saya sih ga peduli omongan orang atau apapun, nggak ngurusin, saya sibuk ngurusin kripik saya,” ujar Hesti.

“Saya juga bingung kenapa banyak media pada kesini, saya capek, saya juga belum baca berita-berita di internet,” tambah Hesti.

Hesti mengatakan  rumahnya akan didatangi perwakilan dari London untuk mengunjungi dirinya terkait pemberitaan tentang sosoknya di media sosial yang sedang viral belakangan ini.

“Nanti saya juga ada tamu nih dari London, udah janjian dari tiga hari lalu,” ujar Hesti.

Namun Hesti enggan menjelaskan lebih banyak untuk apa perwakilan dari London, Inggris tersebut menyambangi rumahnya.

 

Ayah Anjasmara dan Didi Mahardika Meninggal Dunia

60detik.com – Berita duka! Ayah Anjasmara dan Didi Mahardika, Benny Soemarno, meninggal dunia dini hari pukul 03.00 WIB, Senin (2/4). Kabar tersebut pertama kali diketahui lewat akun Instagram kedua putranya tersebut.

anjasmara.jpg

Di akun Instagram Anjasmara, pria tersebut mengunggah foto lawas sang ayah yang mengenakan kopiah dan busana berwarna hitam. Bersamaan dengan foto setengah badan tersebut, Anjasmara tuliskan detail kepergian sang ayah.

”Telah wafat Ayah kami Drs. Benny Soemarno Bin Moermin. Lahir 19 mei 1949 Wafat 2 April 2018 pukul 3.00 WIB. Jenazah di semayamkan di Aula Universitas Bung Karno jalan Kimia. Pukul 14.00 -15.00,” tulis Anjasmara di Instagram.

anjasmara1.jpg

”Di makamkan hari ini setelah Ashar pukul 15.30 wib di TPU karet Bivak blok AA1. Mohon maaf sekiranya ada kesalahan yg telah di lakukan Oleh Almarhum dan Mohon doa agar Almarhum di berikan tempat yg terbaik di sisi Allah SWT,” lanjut Anjasmara.

Seperti diketahui, Benny Soemarno adalah suami dari Rachmawati Soekarnoputri yang tidak lain adalah ibu Didi Mahardika. Benny menikah dengan Rachmawati setelah bercerai dengan ibu Anjasmara.

7 Lokasi Selfie Paling Berbahaya yang Harus Kamu Hindari

60detik.com – Siapa yang tak suka mengabadikan momen terbaik dirinya? Nyaris tak ada. Dan seiring perkembangan media sosial, potret diri oleh diri sendiri alias selfie kian lekat dengan gaya hidup masyarakat, terutama milenial.
Masalahnya, kadang momen terbaik itu tak datang begitu saja. Padahal, bagi banyak milenial, Instagram mesti diisi rutin untuk menunjukkan eksistensi diri. Maka, tak jarang untuk memperoleh foto bagus yang Instagramable, berbagai cara dilakukan, dari yang masuk akal sampai ‘kehabisan akal’ atau bahkan tak pakai akal.
Mulai mendatangi kafe yang punya spot foto menarik untuk selfie (bukan untuk menikmati sajian makanannya) hingga berselfie di tempat berbahaya.

Lipsus Republik Selfie

Republik Selfie. (Foto: Shutterstock)

Berikut deretan spot selfie berbahaya yang kerap bikin celaka dan sebaiknya kamu jauhi untuk berswafoto.
1. Rel Kereta
Lintasan kereta jelas bukan tempat aman untuk selfie. Saat kamu sedang berkonsentrasi pada kamera ponsel, bisa jadi kamu tak sadar kereta datang. Bila itu sampai terjadi, akibatnya fatal seperti pada video Instagram di atas.
2. Bangunan tinggi

Senang dengan ketinggian, pintar memanjat, atau menyukai aktivitas yang memacu adrenalin memang tak salah, asalkan dilakukan di tempat yang tepat. Kalau amatir, jangan coba-coba meniru ulah Angela Nikolau dari Moskow.
Untuk mendapatkan foto menarik dan anti-mainstream, Nikolau rela memanjat puncak-puncak tinggi di dunia.
Memiliki pengikut sekitar 550 ribu orang, wanita cantik ini sudah pernah berfoto di Hong Kong Victoria Park, Victoria Peak, hingga mesin derek atau crawler crane tertinggi di dunia yang berada di Tianjin, China.
Kini, semakin banyak orang yang hobi selfie di puncak bangunan tinggi.
Jangan pernah memanjat tanpa pengaman. Wu Yongning, seorang pria China yang dikenal gemar memanjat gedung-gedung tinggi, jatuh dan tewas karenanya.
3. Tepi Tebing
Selfie di pinggir tebing memang bisa membuat foto kamu sangat anti-mainstream. Belum lagi, kesan jiwa petualang yang kuat pasti akan langsung terlihat dari fotomu. Tapi, tebing sudah pasti salah satu spot berbahaya untuk berselfie.
Salah langkah sedikit saja, kamu bisa langsung celaka dan jatuh ke jurang.
4. Dekat kawah gunung api
Menjelajah alam tentu boleh. Tapi kamu harus ingat, alam memiliki tempat dan aturannya sendiri, plus punya kekuatan jauh lebih hebat dari yang disangka manusia.
Oleh sebab itu, saat bertualang di tempat wisata, kamu juga harus memikirkan sisi keamananmu. Jangan seperti beberapa pengunjung ini yang malah selfie di pinggir kawah gunung api aktif.
Tak mudah berfoto di sekitar kawah gunung api karena ini area berbahaya. Meleng sedikit, kamu bisa tercebur ke dalam kawah yang panas menggelegak.
5. Jalan Raya
Selfie saat berolahraga atau melintas di jalan raya memang bisa menghasilkan foto menarik. Tapi, selfie di tempat seperti ini sebaiknya kamu lakukan saat kondisi sangat sepi agar tidak mengganggu lalu lintas atau mengancam keselamatan pengendara lain.
Jangan selfie di jalan tol! Bukan saja karena menyalahi peraturan, tapi juga bisa membahayakan pengendara lain yang sedang melintas.
6. Monumen Bersejarah
Kadang-kadang kita lupa ada beberapa spot yang tidak memperbolehkan pengunjungnya untuk berselfie. Contohnya saja The Holocaust Memorial di Berlin, Jerman, yang merupakan monumen untuk mengenang orang-orang Yahudi korban genosida oleh Nazi pada Perang Dunia II.
Masih ingat kan apa yang terjadi ketika Syahrini berselfie ria di tempat itu? Ia dianggap tidak menghargai sejarah kelam.
Jangan lupa juga, selfie di tempat bersejarah atau monumen ikonik bisa jadi petaka apabila tidak dilakukan dengan hati-hati, seperti di patung Christ the Redeemer atau Kristus Penebus yang berlokasi di Rio de Janerio, Brasil, ini.

Mitsubishi Xpander Berhasil Jadi Mobil Terbaik 2018

60detik.com – Mobil small Multi Purpose Vehicle (MPV) keluaran Mitsubishi Motors, Xpander, meraih penghargaan ‘Car of The Year ‘ (COTY) di ajang 11th Otomotif Award 2018. Mobil yang diluncurkan saat pergelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 ini dianugerahkan setelah menjadi yang terbaik di kelasnya dengan penghargaan ‘Best Low MPV’ dan ‘Best of The Best MPV’

Total sudah ada lima penghargaan yang pernah disabet Xpander. Selain ketiga penghargaan di atas, small MPV ini juga pernah memperoleh penghargaan New Kid on The Road of The Year versi ICar Asia People’s Choice Awards 2017 dan 1st Winner Favorite Car di GIIAS 2017.

Xpander berhasil memenangkan penghargaan Car of The Year 2018 setelah melewati proses penilaian ketat dari tim redaksi Otomotif tabloid. Tim redaksi telah membuat beberapa kriteria khusus untuk memilih Car of The Year.

“Tim redaksi Otomotif tabloid menerapkan kriteria khusus untuk penilaian dan pemilihan Car of The Year. Tentu saja kandidatnya dipilih dari pemenang di masing-masing kelas/kategori dan lebih lanjut dilakukan evaluasi dari berbagai aspek. Pengujiannya dilakukan dengan metode khusus yang menggunakan beberapa faktor penilaian, seperti desain, fitur, performa, handling, konsumsi bahan bakar, harga, dan faktor kebaruan. Selain itu, redaksi Otomotif tabloid juga mempertimbangkan berbagai aspek, seperti antara lain penerimaan masyarakat, termasuk penjualan, engagement dengan konsumen termasuk komunitas, dan juga value for money terbaik untuk konsumen,” ujar Panji Maulana, Pemimpin Redaksi Otomotif Tabloid.

Penghargaan Car of The Year yang untuk Xpander pun diterima langsung oleh Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Kyoya Kondo. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim Otomotif sebagai penyelenggara acara penghargaan.

“Xpander lahir dari harapan dan keinginan masyarakat Indonesia akan model small-MPV yang ideal. Penghargaan Car of The Year yang diterima Xpander membuktikan bahwa produk ini dapat memenuhi ekspektasi dan kebutuhan konsumen akan small MPV dan mobil keluarga di Indonesia. Apresiasi kami terhadap tim Otomotif yang telah membuat penghargaan bergengsi ini yang ditunggu oleh semua merek,” ujar Kondo.

Ia melanjutkan, penghargaan tersebut didekasikan kepada pelanggan setia Mitsubishi yang telah mendukung, memercayakan, dan menerima Xpander.  Kondo berjanji akan selalu menyediakan produk terbaik untuk para pelanggan di Indonesia.

Mobil paling laris

Memang bukan tanpa alasan Xpander terpilih jadi Car of The Year 2018. Pasalnya, mobil yang diproduksi di kawasan industri Cikarang, Jawa Barat ini merupakan mobil small MPV paling laris sepanjang 2017-2018.

Berdasarkan data wholesales–penjualan pabrik ke dealer–pada periode Januari hingga Februari 2018, total penjualan Xpander mencapai 14.479 unit. Bahkan, sejak diluncurkan pada September 2017, sekitar 60 ribu unit Mitsubishi Xpander berbagai tipe telah dipesan oleh konsumen. Kyoya Kondo pun menyatakan pencapaian tersebut merupakan salah satu catatan baik di tahun 2017.

Melihat minat masyarakat yang begitu tinggi, PT MMKSI pun berkomitmen memenuhi permintaan pelanggan. Untuk memenuhi permintaan konsumen di Indonesia maupun pasar ekspor, saat ini kapasitas produksi pabrik Xpander pun telah ditingkatkan hingga 10,000 unit per bulan.

Jumlah tersebut termasuk untuk ekspor. Xpander sudah dijadwalkan akan diekspor ke Filipina pada Mei 2018 dan beberapa pasar Asia lainnya juga pada tahun ini.

Sebagai informasi, ada empat keunggulan yang menjadi poin utama penjualan Xpander, yaitu desain atraktif, ruang kabin luas dan nyaman, interior fungsional, serta keamanan dan kenyamanan berkendara. Berbagai kelebihan ini berhasil membuat Xpander mendapat peringkat Bintang 4 dari ASEAN New Car Assesment Program (NCAP) dengan skor total 71,66 poin.

Informasi produk Xpander selengkapnya dapat dilihat di mitsubishixpander.com

Jangan Ngaku Suka Bola Kalau Belum Kenal Endang Witarsa, Sang Legend

60detik.com – Lapangan Petak Sinkian di Jalan Mangga Besar V, Jakarta Barat, menjadi tempat hiburan Endang Witarsa dan para karyawan kantoran yang menonton latihan sepakbola. Meski sudah tua dan kerap sakit-sakitan, Endang tak pernah lelah untuk datang dan melatih para pemain klub UMS (Union Makes Strength).

Dari tribun penonton, para karyawan kantoran sering tertawa melihat gaya Endang melatih. Sosok gaek itu tak segan berkata “goblok” kepada para pemain yang ia anggap salah. Kadang mereka memberi masukan kepada Endang, misalnya dengan memberi tahu jika ada pemain yang posisi bermainnya salah.

Pelatih tua itu lalu melihat pemain yang dimaksud, dan meniup peluit agar pemain tersebut menoleh, kemudian menghamburlah bentak, “Ngapain kamu jaga di situ, di sana, goblok!”

Penonton lalu tertawa berbahak-bahak sambil berkata, “Mampus lu!”

Kisah tersebut ditulis H. Isyanto dalam Drg. Endang Witarsa (Liem Soen Joe): Dokter Bola Indonesia (2010).

Waktu menggerus ingatan, kala menebas generasi yang terus berganti. Bagi anak muda hari ini, nama Endang Witarsa barangkali akan terdengar asing, dan hanya menyisakan terkaan sederhana yang keliru bahwa nama tersebut terdengar sangat Sunda.

Sebelum prestasi sepakbola nasional kerontang seperti hari-hari ini, Endang Witarsa pernah menorehkan namanya sebagai penyumbang gelar terbanyak bagi Timnas Indonesia. Sampai sekarang, belum ada yang bisa menandinginya.

Sepakbola dan Dokter Gigi

Endang lahir di Kebumen pada 12 Oktober 1916 dengan nama Liem Soen Joe. Ia anak bungsu dari sembilan bersaudara. Orang tuanya memiliki toko kelontong. Karena sang ibu sibuk mengurus toko dan pekerjaan rumah lainnya, Endang kecil diberi bola karet agar bocah tersebut asyik main sendiri.

Sejak kecil ia sudah menyukai sepakbola. Kakak laki-lakinya sering mengajak Endang menonton latihan atau pertandingan sepakbola di alun-alun Kebumen. Kakaknya itulah yang mula-mula mengajarinya menendang bola. Usia enam tahun, ia sudah pandai menggiring bola. Dengan anak-anak yang usianya lebih tua, ia mulai ikut bermain sepakbola.

Sebagai anak bungsu, Endang mendapat banyak perhatian dari kakak-kakaknya, termasuk sering dikasih uang. Karena hal tersebut, kawan-kawan Endang kerap mengandalkannya untuk menjajani mereka setelah bermain sepakbola.

Es-e rika inyong borong nek inyong wis rampung bal-balan. Pokoke, rika aja kuatir (Es kamu nanti saya borong tapi setelah kami selesai bermain sepakbola. Pokoknya, kamu tidak usah khawatir)” ujar Endang kepada seorang penjual es yang hendak pulang.

Kecintaan Endang kepada sepakbola berkali-kali ia perlihatkan dengan menempuh jarak puluhan sampai ratusan kilometer dengan bersepeda demi menyaksikan pertandingan. Ia akan mengajak kawan-kawannya pergi ke Purwokerto, Purworejo, Gombong, Yogyakarta, dan Kutoarjo jika di kota-kota tersebut ada pertandingan sepakbola.

3Endang bahkan pernah menggenjot sepeda dari Kebumen ke Semarang demi menyaksikan pertandingan klub Union Semarang melawan sebuah klub dari Cina.

“Kami menempuh jarak lebih dari 200 kilometer. Karena lelah, saya sempat menginap di sebuah hotel kecil Magelang. Satu kamar diisi beramai-ramai. Kami membayar secara patungan,” katanya seperti dikutip H. Isyanto

Setelah tamat dari MULO (setingkat SMP) dan AMS B (setingkat SMA), ia melanjutkan kuliah ke Fakultas Kedokteran Gigi Stovit Surabaya, yang sekarang menjadi Universitas Airlangga. Selama kuliah, ia tinggal di rumah seorang Belanda yang terkesan dengan kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar.

Orang Belanda tersebut adalah ketua perkumpulan sepakbola HBS. Endang diizinkan tinggal dirumahnya dengan syarat harus memperkuat HBS dalam setiap pertandingan. Hal ini sempat membuat marah orang-orang Tionghoa yang tergabung dalam perkumpulan sepakbola Tionghoa Surabaya.

Tawaran Tionghoa FC agar Endang bermain di klub tersebut ditolaknya, dengan alasan bahwa ia tinggal di rumah ketua perkumpulan sepakbola HBS. Sikapnya ini kerap mengakibatkan ejekan dan disebut sebagai pengkhianat oleh orang-orang Tionghoa yang tergabung dalam perkumpulan sepakbola tersebut.

Saat Piala Jules Rimet (Piala Dunia) III digelar pada tahun 1938, Hindia Belanda lolos menggantikan Jepang dan Korea yang mengundurkan diri. NIVU atau organisasi sepakbola bentukan Belanda memanggilnya untuk bergabung dengan timnas Hindia Belanda, tapi ia menolak.

“Maaf, saya tidak bisa. Saya harus selesai kuliah tepat waktu. Saya bukan anak orang kaya. Saya tidak ingin mengecewakan orangtua saya yang telah banyak berkorban,” ujarnya.

Sikapnya ini kemudian mengendurkan kebencian orang-orang Tionghoa terhadap dirinya. Mereka tidak lagi menilai Endang sebagai seorang pengkhianat.

Pelatih Timnas Indonesia yang Belum Tertandingi

Kekacauan perang membuat Endang pindah ke Jakarta pada 1948. Suatu hari ia bertemu dengan kawan-kawannya sewaktu masih bermain di HBS Surabaya. Ia kemudian diajak untuk bergabung dengan VBO (Voetbalbond Bataviasche Omstreken)yang kebetulan akan mengadakan tur ke Singapura, Bangkok, dan Hongkong.

Setelah pulang dari rangkaian pertandingan tersebut, ia dan beberapa orang kawannya diundang makan malam oleh Tjoa Tjoen Bie, Ketua Perkumpulan Olahraga Union Makes Strength (UMS). Setelah yang diundang kekenyangan, Tjoa Tjoen Bie menyampaikan maksudnya: menawari mereka untuk bergabung dengan klub UMS. Mereka setuju.

UMS yang berdiri pada tahun 1905 adalah salah satu klub tua dan disegani di Jakarta. Mereka seperti klub sepakbola pada umumnya, mengalami pasang surut prestasi. Pada 2 Maret 1956, ketika pelatih UMS Karel Fatter kembali ke Hungaria, Endang menggantikan posisinya. Waktu itu UMS tengah terpuruk, tapi berkat kerja keras Endang akhirnya UMS berhasil menjuarai kompetisi Persija musim 1955/1956 tanpa menelan kekalahan sekali pun.

Tahun 1958 ia dan istrinya disekolahkan oleh T.D. Pardede, pengusaha asal Medan, untuk memperdalam ilmu kedokteran gigi ke Seattle, Amerika Serikat. Di sela-sela kesibukannya belajar, ia berburu buku-buku dan majalah sepakbola.  Dari sanalah ia kemudian menemukan pola permainan 4-2-4 yang diadopsi dari timnas Brazil yang menjuarai Piala Jules Rimet tahun 1958.

Setelah menyelesaikan pendidikan, Endang kembali ke tanah air dan membuat UMS juara lagi liga internal Persija musim kompetisi 1959/1960. Ia juga berhasil membawa Persija menjuarai kompetisi perserikatan musim 1963/1964.

Kadir Jusuf dalam Sepak Bola Indonesia(1982) menyebut Endang sebagai pelatih yang menonjol di antara pelatih yang ada di Indonesia waktu itu, terutama karena mempopulerkan pola 4-2-4 yang tidak umum di Indonesia.

“Di tingkat nasional, Endang Witarsa menerapkan pula pola yang sama ke tim legendaris, Sucipto Suntoro cs., dan menjadi salah satu kesebelasan nasional kita yang paling disegani di Asia,” tulis Kadir Jusuf

Pada 1966, timnas Indonesia tampil di Piala Aga Khan, Pakistan. Endang sebagai pelatihnya menerapkan lagi pola 4-2-4 dan berhasil membawa Indonesia menjuarai turnamen tersebut. Di final, Indonesia mengalahkan tim tuan rumah Dakka Sporting Club 2-1. Setelah cukup bangga dengan berhasil menahan imbang Uni Soviet 0-0 di Olimpiade Melbourne, prestasi tersebut adalah piala pertama Indonesia di ajang internasional.

Dua tahun berikutnya, Endang kembali mengantarkan Indonesia meraih prestasi dengan berhasil menyabet juara di turnamen Piala Raja di Bangkok dengan mengalahkan Burma 1-0 di partai puncak.

Pada 1972, digelar Piala Anniversary di Jakarta. Endang lagi-lagi menorehkan prestasi. Indonesia keluar sebagai juara setelah di partai final menghajar Korea Selatan 5-2.

Di tahun yang sama, tepatnya bulan Agustus, digelar Merdeka Games di Kuala Lumpur. Di partai final melawan Malaysia, meski sempat tertinggal 1-2, anak asuh Endang berhasil membalikkan keadaan menjadi 3-2.

Tiga bulan setelah Merdeka Games 1972, Indonesia tampil di turnamen internasional Pesta Sukan di Singapura. Kali ini di final terjadi “All Indonesia Final” antara PSSI A melawan PSSI B. Endang yang menangani PSSI A menjadi juara setelah menang dengan skor 2-1. Inilah gelar kelimanya yang diraihnya bersama timnas Indonesia. Sebuah torehan yang belum mampu ditandingi oleh pelatih Indonesia lainnya.

Namun prestasi Endang yang mentereng ini kiranya belum menjadi perhatian PSSI sebagai dokumentasi sejarah penting. Jika mencari di laman PSSI dengan mengetikkan nama “[Endang Witarsa]” atau “[Liem Soen Joe]”, kedua nama tersebut tidak ada.

infografik mozaik endang witarsa

Endang Witarsa di Mata Keluarga dan Kolega

“Tujuan saya di dunia adalah sepakbola, bukan dokter gigi,” ujar Endang kepada anaknya, Bujung Witarsa, seperti dikutip H. Isyanto dalam Dokter Bola Indonesia (2010).

Bujung menambahkan bahwa kesibukannya di sekolah tak memungkinkan dia untuk membolos, tapi jika ada perjalanan untuk main bola di luar kota, ayahnya tak banyak cing-cong untuk membuatkan surat minta izin dari sekolah.

Sementara anaknya yang lain, Yeni Witarsa, berkisah tentang ayahnya yang kerap menemukan pemain berbakat di banyak daerah, salah satunya Didik asal Tasikmaya. Endang mengambil Didik karena pemain itu mempunyai tendangan gledek.

“Menurut cerita, Didik diambil Papi karena menendang bola dengan keras sehingga bola mengenai pohon kelapa sampai buah kelapanya berjatuhan,” ujar Yeni.

Warta Kusuma, pemain yang disebut-sebut sebagai anak emas Endang bercerita bahwa dirinya diambil dari klub Bekasi Putra. Kepada ketua umum klub tersebut Endang menjamin bahwa ia akan membentuk Warta Kusuma sebagai pemain nasional hanya dalam waktu tiga bulan.

Ucapannya terbukti. Tiga bulan setelah digembleng Endang, Warta Kusuma masuk Timnas Indonesia untuk Pra Piala Dunia asuhan Sinyo Aliandoe. Selain itu, Endang juga menemukan bakat Widodo C. Putro, pemain asal Banjar Patroman yang kemudian berkali-kali memperkuat Timnas Indonesia dan berhasil mencetak gol spektakuler di ajang Piala Asia 1996.

Selain berhasil menemukan beberapa pemain berbakat, secara sosial—meski kerap memaki para pemainnya yang bermain jelek—Endang adalah sosok yang dicintai.

Benny Dolo, pemain yang ia rekrut untuk bergabung dengan klub UMS 80, menceritakan pengalamannya saat dilatih Endang. Saat UMS 80 kalah telak oleh Niac Mitra, Benny menyetel radio dengan keras di mes. Endang tiba-tiba mengambil radio tersebut dan membantingnya, lalu melemparnya ke dalam sumur.

Selang beberapa jam, Benny dipanggil Endang dan pelatih tersebut menanyakan harga radio yang telah ia lempar ke sumur.

Benny juga bercerita tentang dirinya yang sering meminjam uang kepada Endang. Namun saat ia mau membayar utang, Endang malah memarahinya.

“Memangnya kamu sudah kaya, ya?” ujar Endang.

Cerita Maman, pelatih anak gawang UMS, lain lagi. Suatu saat ketika latihan usai, Endang melihat ada pemain yang dipapah rekan-rekannya. Maman mengatakan bahwa pemain tersebut sakit. Endang langsung menyuruh Maman menjual aki mobil miliknya untuk biaya pengobatan pemain tersebut.

“Waduh, gimana ya? Saya tidak punya uang. Begini saja, deh, ambil aki di mobil saya. Jual, uangnya buat berobat dia di rumah sakit. Biar saya pulang naik taksi saja, deh, nanti bayar di rumah,” ujar Endang kepada Maman, dan ia pun pulang.

Pada 2 April 2008, tepat hari ini sepuluh tahun lalu, Endang Witarsa wafat. Selain dokter gigi, ia, seperti ditulis H. Isyanto dalam bukunya, adalah dokter bola Indonesia.

Kakak tiri Zaskia Sungkar dan Shireen Sungkar, Jamilah Sungkar, meninggal dunia akibat penyakit autoimun

60detik.com – Kakak tiri Zaskia Sungkar dan Shireen Sungkar, Jamilah Sungkar, meninggal dunia akibat penyakit autoimun, Sabtu (31/3/2018) di Amsterdam, Belanda, sekitar pukul 13:45 waktu setempat. Sebelum mengembuskan nafas terakhir, Jamilah Sungkar sempat dirawat oleh Zaskia Sungkar di kediamannya, di Jakarta, selama satu bulan.

“Pas Januari (2018) kemarin, Jamilah ke sini Zaskia yang rawat. Dirawat di rumah Zaskia sebulan,” ujar Fanny Bauty ibunda Zaskia Sungkar dan Shireen Sungkar, saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (1/4/2018) siang.

Selama satu bulan di rumah Zaskia Sungkar, Jamilah kerap melakukan olahraga yang bisa membuat daya tahan tubuhnya kembali normal. Sebab penyakit autoimun yang dideritanya, merusak sistem kekebalan dalam tubunya.

“Di rumah Zaskia sebulan ikut yoga, juga biar body-nya bagus, dan nafasnya enak,” ujar Fanny Bauty, ibunda Zaskia Sungkar.

 

Kembali ke Belanda

Jamilah Sungkar (Jamila Sungkar/foto istimewa)

Ketika kondisinya membaik, Jamilah kembali lagi ke Amsterdam, Belanda. Di sana memang anak sulung Mark Sungkar, dari pernikahan pertama itu menetap.

Namun pertengahan Maret kondisi kesehatannya kembali drop, dan harus dilarikan ke rumah sakit. Bahkan Jamilah Sungkar sempat koma selama 4 hari sebelum meninggal.

Kondisi Drop

(Instagram/zaskiasungkar15)

“Januari di sini, Februari balik. Pas di sana kondisinya drop lagi, sempat koma juga sebelum meninggal dunia,” kata Fanny Bauty.

Menurut Fanny Bauty, hubungan anak-anaknya dengan Jamilah Sungkar sangat baik. Bahkan, pekan lalu,  saat anak bungsunya menikah, Yusuf Avero Sungkar, Jamilah ingin hadir. Namun lantaran kondisi kesehatannya drop, akhirnya dibatalkan.

Ambruk Lagi

Mark Sungkar dan Jamilah. (Instagram – @marksungkar)

“Pas kawinan Yusuf adik Zaskia, dia (Jamilah) mau dateng. Tiketnya sudah dibeliin tapi dia sakit lagi, ambruk lagi. Anaknya juga mau dateng. Kondisinya jatuh lagi. Soalnya kalau autoimun kondisinya naik turun,” kata Fanny Bauty.