Mamak Maksa Yang Resahkan Warga di Medan Akhir Akhir Ini

60detik.com – Akhir-akhir ini medan  diresahkan oleh kehadiran seorang tukang minta-minta yang sangat meresahkan warga medan. Pasalnya, bukan hanya sekedar meminta-minta, akan tetapi juga meminta dengan memaksa, jika tidak diberikan, maka ia akan mencubit, menarik paksa, dan mengejar terus korban sasaran minta-mintanya, membuat kekacauan sehingga membuat orang-orang disekitar menjadi tidak nyaman dengan kehadiran nya.

Wanita ini pun akhirnya diberi sebuah julukan oleh warga Medan dengan sebutan mamak maksa. Ya, sebutan ini memang cocok dengan wanita tersebut. Warga mengungkapkan, bukan jumlah uang yang dia minta yang meresahkan, karena dia hanya minta seribu rupiah saja kepada targetnya, tapi walaupun sudah dikasih seribu rupiah pun, ia tetap memaksa korbannya dengan cara khas paksaannya itu. Kelakuan “mamak maksa” yang meresahkan ini pun pernah dilaporkan warga kepada pihak berwajib karena kelakuannya tersebut, akhirnya petugas kepolisian pun pernah mendatangi kediaman nya di medan area, Tembung, Medan.

Sewaktu dihampiri dikediaman nya, sungguh diluar dugaan, mamak maksa ini memili rumah petak yang berukuran lumayan besar dan sudah berbentuk bangunan permanen. Pihak kepolisian pun menanyakan apa motif dari hal yang telah diperbuat, akan tetapi mamak maksa ini tidak ingin memberitahukan kepada polisi dan bersikap seakan ia tidak merasa melakukan hal yang salah.

Polisi yang mendatanginya pun mengancam bahwa akan memberikan tindakan tegas apabila ia terus melakukan hal yang meresahkan lagi. Bukannya jera, mamak maksa ini selalu mengulangi aksinya terus menerus.

Bukan hanya dilingkungan sekitar kediamannya saja, tapi mamak maksa ini juga melakukan aksi diberbagai daerah dikota Medan. Contohnya Jalan Marelan, jalan Setia Budi, Kampung Lalang, Kelambir, Jl Sunggal, dan daerah-daerah lainnya dikota Medan, sehingga sangat meresahkan warga kota Medan.

Berikut cuplikan mamak maksa menjalani aksinya

About author View all posts Author website

60detik

Leave a Reply