‘Daftar hitam’ pasangan beda agama Islam-Hindu di FB serukan kekerasan

Sebuah laman di Facebook menyerukan kekerasan terhadap 102 pria Muslim yang diduga menjalin hubungan dengan perempuan Hindu. sudah dihapus.

Laman tersebut, yang menyerukan umat Hindu untuk ‘melacak dan memburu kaum pria dalam daftar ini,’ membangkitkan kemarahan dunia maya India.

Daftar ini juga menyertakan tautan ke profil Facebook mereka yang disebutkan namanya, menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan mereka.

Meski laman diberi nama “Hindutva Varta (Bincang Hindutva), tidak ada kelompok Hindu yang mengklaim laman itu.

Daftar tersebut ramai di media sosial selama akhir pekan setelah seorang pengguna Twitter menyeru kepada warganet untuk memberi perhatian terhadap laman ini.

“Para teroris Hindu menerbitkan daftar panjang pernikahan antar komunitas (antar agama) dan mendesak umat Hindu untuk membunuh suami dari perempuan-perempuan ini,” bunyi cuitan tersebut.

Kendati laman tersebut sudah dihapus, situs India Alt News telah mengarsipkan beberapa posting, termasuk daftar pasangan, namun telah mengaburkan nama-nama mereka. Semua unggahan yang diarsipkan itu mendorong kekerasan dalam apa yang disebutĀ jihad cinta“.

Shafin dan Hadiya JahanHak atas fotoHINDUSTAN TIMES
Image captionShafin Jahan dan isterinya, Hadiya yang semula beragama Hindu -perkawinan mereka dituding sebagai ‘jihad cinta’ oleh kalangan garis keras Hindu.

Istilah ini dipopulerkan oleh kelompok kecil Hindu radikal yang menuduh kaum pria Muslim melakukan persengkongkolan untuk meng-Islamkan perempuan Hindu dengan merayu mereka, memperisttri mereka dan membuat mereka pindah agama.

“Sangat mengkhawatirkan bahwa ada daftar seperti itu,” kata Pratik Sinha, salah satu pendiri Alt News, kepada BBC.

“Membayangkan bahwa ada yang menghabiskan waktu mereka untuk melacak nama-nama orang dalam hubungan semacam itu, sunguh mencemaskan.”

Daftar hitam ini ditautkan ke profil-profil Facebook dari 102 pria Muslim dan perempuan Hindu. Daftar tersebut sepertinya disusun berdasarkan ‘status hubungan’ yang tercantum dalam individu-individu ini di Facebook.

Ini bukan kali pertama daftar tersebut beredar secara online, menurut Sinha. Ia mengatakan bahwa hal yang sama ditemukan pada bulan November 2017 di halaman sayap kanan lain yang disebut “Keadilan bagi umat Hindu”. Tapi pada saat itu, tidak disertai dengan seruan kekerasan.

“Ini tentang bagaimana propaganda media sosial tercipta, karena daftar seperti ini bisa diedarkan dari satu laman ke laman lainnya,” tambahnya.

Satu posting sebelumnya di halaman yang sama memuat seruan kepada orang tua Hindu untuk mengajari anak perempuan mereka menggunakan senjata sehingga mereka dapat melindungi diri mereka dari ‘jihad cinta.’

Pada posting lain, sebuah video menunjukkan seorang pria Muslim diserang dengan kekerasan oleh sekelompok pria.

Sejak lama, perkawinan antara orang Hindu dan Muslim dikecam krasa kalangan keluarga India konservatif. Namun sentimen yang lebih dalam dan menyeramkan merupakan gejala yang baru muncul belakangan saja. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka semakin mendapat stempel sebagai contoh dari ‘jihad cinta.’

Beberapa waktu lalu, seorang pria diserang hingga tewas lantaran dugaan hubungan antar agama, dan seorang perempuan Hindu bunuh diri setelah dia diintimidasi di WhatsApp karena bersahabat dengan seorang pria Muslim.

Pada tahun 2017, pengadilan membatalkan pernikahan seorang perempuan Hindu yang masuk Islam dan menikahi seorang pria Muslim. Kasus tersebut akhirnya berhasil sampai ke Mahkamah Agung India, dan muncul tuduhan bahwa pria tersebut terkait dengan kelompok teror.

About author View all posts Author website

60detik

Leave a Reply